Good Governance Dalam Perspektif Islam (Pendekatan Ushul Fikih: Teori Pertingkatan Norma)

Joko Setyono

Abstract


This article aims to analyze good governance in Islamic perspective with the classical norm levels theory and ushul fiqh approach. This article may contribute to the understanding that Islamic law is able to answer the challenge of modernity namely continuity and change. In this context, ushul fiqh still consider the reality of society which give humanistic and authoritative (not authoritarian Islamic law) in formulation of Islamic Law.

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis good governance dalam perspektif
Islam dengan pendekatan ushul fikih tentang teori pertingkatan norma. Kajian good governance dapat diintegrasikan dengan ushul fiqh, yaitu dengan menggali nilai-nilai filosofis (the theory values) norma dalam hukum Islam. Tulisan ini dapat memberikan warna, bahwa hukum Islam (ushul fiqh) selalu berkembang dan mampu menjawab tantangan modernitas yang berkarakter continuity and change. Artinya, ushul fiqh tetap memperhatikan realitas masyarakat (living law), sehingga melahirkan rumusan hukum Islam yang humanis dan otoritatif (bukan otoritarianisme hukum Islam).


Keywords


Good Governance, ushul fikih, teori pertingkatan norma

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.18326/muqtasid.v6i1.25-40

Refbacks

  • There are currently no refbacks.






                                                                

Creative Commons License

MUQTASID by http://muqtasid.iainsalatiga.ac.id/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

MUQTASID Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah UIN SALATIGA p-ISSN: 2087-7013, e-ISSN: 2527-8304